Small Size Sedan

AutoBild, Edisi 185 / 26 Mei – 08 Juni 2010

Perubahan selalu terjadi, dan sesuatu yang kita anggap abadi bisa pupus begitu saja dalam waktu singkat. Itu juga yang terjadi pada sedan. Hingga medio 1990-an, sedan merupakan salah satu jenis mobil terlaris di Indonesia maupun dunia.

Namun kejayaannya mulai diruntuhkan seiring giatnya pabrikan mobil menemukan spesies-spesies baru seperti MPV, SUV, crossover,  atau apapun mereka menyebutnya. Kebutuhan akan sedan pun terus menurun dan tergantikan oleh jenis-jenis baru.

Tapi sesungguhnya, penggemar setia saloon  tetap ada. Bagaimanapun, sosok mobil ini memberi nilai elegan dan kedewasaan tersendiri bagi pemiliknya. Walau penjualannya tidak sejaya sebelumnya, inilah spesies mobil yang tetap bertahan lebih dari 100 tahun.

Saat ini pasar sedan paling populer berada di kelas 1.500 cc. Selain harga terjangkau, konsumsi bbm irit juga menjadi pertimbangan utama konsumen yang makin kritis. Hampir semua merek besar Jepang memiliki jagoan di sini, namun baru saja Suzuki menyerah pada penjualan dan tak lagi memproduksi Neo Baleno.

Untunglah kini hadir penantang baru yang menerjang pasar dengan penuh optimisme, yakni Mazda2 Sedan. Berbasis sama persis dengan tipe hatchback,  Mazda2 Sedan juga memiliki mesin serta transmisi serupa. Waktu peluncuran yang sangat dekat dengan saudara hatchback-nya, berarti Mazda memang menyasar pasar yang berbeda, yakni eksekutif muda yang lebih mapan. Makanya harga jual pun bermain di kisaran Rp 200 jutaan.

Bukan pekerjaan mudah bagi Mazda untuk merajai kelas Small Sedan,  karena di sini sudah bercokol 2 nama besar yakni Toyota dan Honda. Dan sebagai penantang pertama pada Tes Jalan kali ini kami sodorkan Toyota Vios 1.5 G yang secara nyatanya mengusung fitur sangat lengkap dan disokong oleh mesin kuat dan efisien.

Tentu saja bukan hanya Vios yang berpotensi mengadang Mazda2, karena Honda memiliki salah satu produk terbaik di kelas sedan 1.500 cc yaitu City. Bukan cuma berbekal mesin paling bertenaga, City memiliki darah sedan lebih murni karena ia sangat banyak berbeda dibanding Jazz yang merupakan saudara se-platform.  Harganya memang paling mahal, tapi kualitas mobil ini tak diragukan lagi.

Mampukah Mazda2 dengan semangat Zoom-Zoom menjegal laju Vios dan City? Ini tentu tugas yang tidak mudah. Tapi setidaknya ketiga mobil ini tetap menjadi pendekar yang terus menaikkan lagi kejayaan sedan.

Pertarungan kunci: Melawan saudara sendiri
Sebetulnya pertarungan yang dihadapi para sedan 1.500 cc ini bukan hanya produk dari merek kompetitornya. Lebih berat lagi adalah bagaimana mereka menghadapi saudara hatchback-nya. Selain Mazda2 Hatchback dan Sedan, seperti kita tahu Vios juga dibangun dengan basis serupa Yaris. Begitu pun City yang senapas dengan Jazz. Konsumen pun dihadapkan pada sejumlah pilihan. Memang benar sedan terlihat lebih elegan, tapi perbedaan harga yang jauh lebih tinggi dari hatchback tentu harus dikompensasi dengan hal lainnya.Dari ketiga kontestan ini, Mazdalah yang memiliki keserupaan paling banyak dengan saudaranya. Bahkan bisa dibilang ini merupakan Mazda2 Hatchback yang ditambahi bagasi. Sedangkan City tampil sebagai sosok yang berbeda. Walau mesinnya sama dengan Jazz, namun bentuk luar maupun interiornya benar-benar membuat City berada di kelas berbeda. Vios sendiri membuat sejumlah peningkatan dalam hal fitur, desain dan kualitas interior dibanding Yaris.Bila versi sedan banyak memberi hal baru bagi konsumen ketimbang hanya bagasi, tentu potensi sedan untuk kembali berjaya menjadi lebih besar.

Mobil dites
Mazda2 Sedan R
1.498 cc/103 dk……………Rp 245 juta
Honda City E
1.497 cc/120 dk……………Rp 283,5 juta
Toyota Vios 1.5 G
1.497 cc/109 dk……………Rp 232,2 juta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s