Battle of Medium SUV

Published on July 10, 2012

Ini dia yang ditunggu-tunggu penggemar SUV di Indonesia. Komparasi semua medium SUV yang beredar di pasar lokal. Memang SUV adalah kendaraan favorit masyarakat kita mengingat karakter jalanan Indonesia yang tidak mulus, bila harus menghindari kata buruk. Bayangkan, jalan sekelas Gatot Subroto saja yang notabene jalan utama di Jakarta penuh lubang dan tambalan asal-asalan, apalagi jalan-jalan diluar pulau Jawa yang relatif lebih ketinggalan dalam hal pembangunan. Maka tak pelak SUV adalah alternatif favorit bagi mereka yang ingin tampil lebih dari sekedar kelas MPV yang jadi pilihan utama masyarakat kita.

Kali ini saya menyajikan ulang tulisan dari Auto Bild, dengan beberapa catatan disana-sini. Alasan tulisan ini adalah antisipasi terhadap munculnya SUV baru dari Mazda, yaitu CX-5. Mazda muncul saat pasar medium SUV sedang perang terbuka ketika SUV terjangkau dari duo Korea, KIA Sportage dan Hyundai Tucson,  muncul menggoyang singgasana Honda CR-V dan Nissan X-Trail sebagai penguasa pasar. Kedua merek penguasa ini, selama dua generasi tampak nyaman relatif tanpa pengganggu berarti. Kemunculan duo Korea dengan tampilan futuristik dan performa yang tidak bisa dianggap enteng menghadirkan pilihan beragam bagi masyarakat Indonesia. Belum lagi harganya yang lumayan jauh dari duo penguasa, mau tidak mau memberikan ancaman berarti bagi pasar yang selama ini telah dikuasai. CX-5 sendiri hadir dengan komposisi yang sedikit berbeda dari duo Korea. Mazda yang selama ini terkenal sebagai mobil mahal dan mewah, ternyata tetap menggunakan patron mereka selama ini. Bedanya, kali ini Mazda berusaha menawarkan sesuatu yang baru diluar harga mahal dan fitur lengkap, yaitu teknologi SkyActiv yang diklaim membuat produk mereka kali ini lebih efisien dan irit. Sanggupkah Mazda menggebrak dengan alternatif irit? Semua orang tahu bahwa pemilik SUV tidak begitu peduli dengan konsumsi irit bukan? Nah disinilah Auto Bild mencoba melihat apakah tawaran tersebut mampu menggoyah pasar yang sudah terbentuk lama.

Beberapa kritik yang perlu saya layangkan adalah ternyata Auto Bild menggunakan CR-V 2.4L dan X-Trail 2.5L yang berbeda dengan CX-5, Sportage dan Tucson yaitu 2.000 cc. Padahal kedua pengusa itu memiliki varian 2.000 cc yang seharusnya lebih pantas untuk diadu dalam ajang ini. Apakah kedua pabrikan tersebut takut kalah performance dari tiga penantang tersebut sehingga mengeluarkan varian dengan cc tertinggi? Agar jelas, saya juga menyajikan tulisan Auto Bild lainnya sebagai pembanding, yang mengulas varian CR-V dan X-Trail dengan cc serupa. Silahkan anda nilai sendiri nanti.

Satu lagi yang menjadi semacam kerikil dalam pertempuran ini, Auto Bild sepertinya lupa membawa Chevrolet Captiva 2.0. Mungkin karena varian ini semuanya menggunakan bahan bakar solar, sehingga Auto Bild enggan mengajak Captiva ikut bertarung. Tapi kalo alasannya bahan bakar, Auto Bild bisa saja membawa varian bensin yang memiliki cc lebih tinggi yaitu 2.4L. CR-V dan X-Trail muncul dengan varian ini, mengapa Captiva tidak? Untuk menjawab rasa ingin tahu anda, varian diesel 2.0L akan saya sajikan juga disini sebagai pelangkap, juga dari hasil road test Auto Bild. Begitu juga SUV keluaran Suzuki yaitu Grand Vitara. Selama ini Grand Vitara (GV) adalah alternatif bagi pencinta SUV yang ingin memiliki kendaraan idaman namun terbentur dari sisi harga. Sebelum duo Korea muncul GV adalah pilihan logis yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Terakhir, anda tentu sudah mengetahui bahwa Mitsubishi baru saja meluncurkan kendaraan sekelas yaitu Outlander Sport. Kendaraan yang juga dikenal dengan nama ASX-Active Sports Crossover (Australia) dan RVR-Recreational Vehicle Runner (Jepang) seharusnya ditandingkan dengan sesama crossover seperti Nissan Juke atau Suzuki SX-4. Sayangnya cc nya yang tinggi membuat Outlander Sport lebih layak bersaing dalam perang medium SUV. Walau pun punya dimensi kecil tapi kapasitas mesin dan harga membuatnya sangat pantas memporak-porandakan pasar medium SUV yang lama relatif tanpa penantang.

Dengan hadirnya Honda CR-V generasi baru pada bulan September, dan harga CX-5 yang luar biasa mahal, Outlander Sport sepertinya masuk disaat yang tepat untuk merebut pasar medium SUV. Mitsubishi dengan cerdik memilih nama Outlander Sport yang digunakan oleh pasar Amerika Serikat untuk masuk dalam pasar SUV dan bukan crossover. Dengan mengaktifkan kembali pabrik di Indonesia, maka harga dapat ditekan dan bersaing melawan duo Korea.  Tak pelak Honda layak khawatir pasar medium SUV bakal lepas dari gengaman mereka. Saya berjanji akan segera menyisipkanhasil test terbaru dari Auto Bild baik Outlander Sport atau CRV generasi 4 agar anda dapat menentukan dari sekian banyak pilihan, mana yang layak mengisi garasi rumah anda. Enjoy.

Harga

a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s