Bayar Pajak Tahunan Kendaraan di Outlet Samsat Detos (Depok Town Square)

Tanggal 14 nanti pajak tahunan hiumatic habis. Oleh sebab itu, hari ini saya terpaksa menyisihkan waktu untuk membayar pajak tahunan di Samsat Detos. Jam 09.00 WIB saya sudah sampai dan parkir di lantai basment. Karena semua pintu masih tutup (mal buka jam 10.00) maka saya harus naik dua lantai untuk mencapai lantai dasar. Di bagian sudut yang mengarah ke Stasiun Pondok Cina tampak beberapa orang membawa map sedang berdiri menunggu. Rupanya disini juga masih tutup. Setelah sedikit berdiskusi, saya peroleh informasi bahwa pintu mungkin baru dibuka pukul 09.30 WIB. Sayang sekali, karena alangkah baiknya jika pihak samsat bekerja sama dengan pihak pengelola agar pintu bisa dibuka lebih pagi untuk memudahkan masyarakat yang ingin membayar pajak. Karena saya belum menyiapkan berkas maka saya turun kearah stasiun untuk fotokopi berkas. Beberapa berkas yang perlu dipersiapkan agar proses pembayaran anda lebih cepat adalah:

1. Fotokopi KTP
2. Fotokopi STNK dan SKPD
3. Fotokopi BPKB
4. Lembar asli STNK dan SKPD
5. KTP Asli

Masukkan semua dokumen tadi kedalam map dan jangan lupa beri nama pada bagian luar. Kembali ke Detos, ternyata pintu belum dibuka. Sekitar pukul 09.45 WIB, dengan agak penasaran saya intip outlet samsat dari luar, ternyata pintunya sudah dibuka. Dengan sedikit melotot ke security di dalam mal yang sedang sibuk beres-beres, saya memperoleh jawaban berupa gestur menunjuk kearah pintu samping. Sial…rupanya pintu samping sudah dibuka tanpa sama sekali informasi kepada pengunjung yang menunggu sejak pagi di pintu belakang.

Berikutnya adalah meletakan dokumen tadi di bagian penerimaan. Berhati-hatilah dengan KTP anda karena dokumen langsung ditumpuk tanpa proses verifikasi bersama atau antrian. Terlihat beberapa kali terjadi panggilan oleh petugas tadi yang berujung perdebatan bahwa KTP sudah diserahkan namun tidak ada dalam berkas. Sangat disayangkan perdebatan semacam ini bisa muncul padahal ini adalah pekerjaan sehari-hari mereka. Setelah itu tinggal mencari tempat duduk dan menunggu panggilan. Bila tidak ada masalah, maka panggilan berikutnya adalah membayar sejumlah angka yang tertera di dokumen dalam bentuk tunai. Bila telah selesai tunggu lagi hingga panggilan berikutnya untuk penyerahan KTP, STNK dan SKPD yang baru.

Walaupun mekanisme di outlet ini sudah jauh lebih baik dan cukup cepat dari proses di Samsat, namun ada beberapa hal yang masih mengganggu dan alangkah baiknya diperbaiki lagi. Ingat bahwa masyarakat mau menyetorkan uang yang harusnya jika dilihat dari sisi bisnis adalah sama dengan pendapatan. Di swasta, nasabah adalah raja. Apalagi tujuannya untuk mengisi kas perusahaan. Service adalah nomor satu. Hal inilah yang sepertinya masih belum bisa diberikan oleh pihak samsat. Jika dirinci maka poin-poin yang perlu diperhatikan adalah:

1. Pihak samsat tidak punya pintu sendiri dan sangat tergantung dengan jam buka mal. Padahal masyarakat harus menyediakan waktu khusus agar bisa datang menyerahkan uang mereka ke kas negara. Idealnya sebuah pintu khusus harus dibuatkan agar memudahkan proses pembayaran dan tidak harus menunggu di luar.

2. Jam buka Outlet Samsat adalah jam 10.00 WIB. Jika disamakan dengan dunia usaha, maka dua jam terbuang percuma. Belum lagi adanya jam istirahat dari jam 12.00 – 13.00. Bagi mereka yang terkena antrian pas di jam tersebut, maka harus menunggu satu jam lebih lama. Opportunity lost menjadi 3 (tiga) jam yaitu dua jam di awal dan satu jam saat istirahat. Mungkin samsat tidak memberikan target perolehan pendapatan yang ketat layaknya dunia bisnis atau bank, sehingga waktu yang terbuang tidak dianggap begitu penting. Padahal jika mencontoh bank, mereka buka dan siap kerja pukul 08.00 hingga pukul 15.00 tanpa ada istirahat (mekanisme ganti shif).

3. Tidak ada nomor antrian. Agak sedikit barbar memang, karena semua orang berebut untuk menyerahkan map dengan berdesak-desakan. Hasilnya adalah KTP hilang atau dokumen penting terselip. Seharusnya samsat menggunakan teknologi mesin antrian seperti di bank atau kantor provider kartu selular yang sudah terbiasa mengatasi antrian manusia yang membludak. Belum lagi saat pengumuman membayar dan ambil dokumen. Karena takut terlewat, seluruh orang bergerombol di depan loket. Jika teknologi seperti ini dianggap mahal (cuma butuh PC touchscreen atau tablet PC plus printer epson kecil kok), cukup sedikan kartu antrian, walaupun beresiko hilang atau terbawa pulang.

4. Walaupun merupakan pekerjaan rutin, kehilangan dokumen seperti KTP sering terjadi. Disinilah profesionalitas petugas dipertanyakan. Kok bisa-bisanya ada dokumen yang hilang. Bukannya ini kerjaan mereka setiap hari? Seharusnya sejak awal penerimaan dokumen, sudah ada petugas yang menyortir apakah semua dokumen lengkap. Namun akibat tidak ada nomor antrian semua orang berebutan meletakkan dokumen. Tidak ada proses check and recheck secara bersama antara petugas dan pemilik kendaraan. Lagi pula untuk apa sih dokumen penting diselipkan di dalam map? Buat apa mengambil resiko, jika yang dibutuhkan hanya fotokopi. Jika perlu untuk verifikasi, cukup petugas verifikasi yang memeriksa dan memberikan cap tanda verified, setelah itu kembalikan dokumennya. Tidak perlu masuk dalam alur dokumen. Mengapa harus mengambil resiko jika ada yang lebih gampang.

5. Hari gini masih harus bayar tunai. Ada yang membayar 3oo ribu tapi juga ada yang 5 juta kan. Membawa uang sebanyak ini sangat beresiko dan menimbulkan antrian saat proses perhitungan. Mengapa samsat tidak langsung bekerja sama dengan pihak bank, seperti halnya beli voucher handphone atau PLN pra bayar di ATM? Tinggal bawa struk bukti pembayaran sebagai pengganti uang tunai. Atau kerjasama dengan bank untuk menyediakan mesin EDC di loket samsat, tinggal masukin PIN, beres semua.  Selain lebih efisien, samsat tidak perlu menyetorkan uang kas di akhir hari. Pekerjaan yang sangat merepotkan dan beresiko. Dari segi internal control kemungkinan penyimpangan atau fraud jauh lebih kecil.

6. Miskin pelayanan. Sediakanlah bangku yang banyak, televisi dan kalau perlu air minum gratis. Tidak ada salahnya menyediakan hal seperti ini demi kenyamanan masyarakat, toh biayanya tinggal dipungut langsung dari mereka kan.

Terlepas dari semua kekurangan tadi, menempatkan Outlet Samsat di mal adalah sangat tepat. Selain lebih nyaman, lokasi di mal jauh dari kesan Samsat yang selama ini bagaikan sarang calo. Masyarakat jadi senang karena tidak seperti terpaksa pergi khusus untuk bayar pajak. Mereka bisa sambil belanja atau cuci mata. Hanya profesionalitas saja yang belum muncul. Mungkin hal ini baru muncul jika mereka ada pesaing. Jadi tidak ada salahnya jika outlet ini ditawarkan juga kepada pihak swasta, misalnya bank, sehingga terjadi persaingan dalam hal kinerja. Saya jamin outlet yang miskin pelayanan seperti ini bakal segera ditinggal oleh masyarakat. Dari pihak bank sendiri, tentunya mereka dengan senang hati bekerja sama karena uang pajak tadi masuk ke dalam rekening bank mereka sehingga target penerimaan dalam bentuk tabungan tercapai. Mengapa harus mengelola sendiri jika bisa dijual ke pihak swasta. Selain hemat biaya, pelayanan pun jauh lebih memuaskan.

About hiumatic

I'm just driver of my galant matic in Jakarta, INDONESIA. I just want to share my experience about the car and how to survive the traffic
This entry was posted in Tips & Tricks. Bookmark the permalink.

11 Responses to Bayar Pajak Tahunan Kendaraan di Outlet Samsat Detos (Depok Town Square)

  1. Niko J says:

    Bagus artikelnya
    Mau tanya dong, bila KTP (e-KTP) saya sedang dalam proses pemindahan domisili (dari Depok ke Jakarta), bagaimana dengan persyaratan berkas KTP Asli?
    Apakah bisa hanya dengan menggunakan Fotokopi KTP?
    Mohon pencerahannya

    • hiumatic says:

      Kalo tidak punya ktp karena habis/sedang diurus dll, bisa membawa surat pengantar dari kelurahan sebagai bukti ktp sedang proses. Saya pernah membawa dokumen tersebut tapi lupa bentuk dan nama dokumennya. Semoga membantu

  2. sirhian says:

    Mas dioutlet detos ini bisa untuk bayar pajak tahunan motor wilayah bogor kan?
    Kalau telat dibawah sebulan msh bisa disini ga ya
    Thanks infonya

  3. mas sy mw tanya, SAMSAT OUTLET yg di Detos ini tutupnya jam brp ya ??

  4. maw tanya bos, sabtu kira-kira buka ga ya?

  5. shy di says:

    Apakah benar gerai samsat di Detos sudah pindah ke ITC Depok?

  6. abuarmin says:

    memang masarakat maunya yang simpel. Ngk ribet, seperti saya sendiri, saya kuli kalo jam 8 pagi harus dah siap di tempat kerja jadi kuli bangunan, tapi mau buang duit aja perpsesnya susah banget, gmna carinya kalo kuli kayak saya ini, harus banyak menyita waktu di anterian bayar pajak motor buntuk, bisa kehilangan upah tuk beli beras sehari makan ma anak istri, jadi ya mohon pihak yg ter kait ini supaya semakin memudahkan pelayanan masarakat, syukur klo ada yg on lin waku malam, wat kuli yg siang kerja ngk bisa tingalin tempat.

  7. asmat says:

    dilantai berapa gerai samsat di Detos sudah pindah ke ITC Depok?

    • hiumatic says:

      Lupa lantainya, tapi kl naik kendaraan, langsung ambil parkiran yg naik di samping ITC. Posisi Outlet Samsat ada di lantai pertama. Silahkan langsung masuk dari parkiran tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s