Memilih Sokbreker Aftermarket

AutoBild, 7-20 Maret 2009 Edisi 153.

Kurang puas dengan performa suspensi kendaraan? Paket suspensi aftermarket telah tersedia banyak di pasaran. Manakah yang paling cocok untuk kendaraan Anda? Kenali karakternya terlebih dahulu. Faktor safety dan kenyamanan, selalu menjadi skala prioritas produsen mobil dalam merancang suspensi kendaraan. Meski sisi kestabilan juga mendapat porsi yang tidak bisa di bilang sedikit, terutama untuk kendaraan jenis MPV atau sedan.

Sayangnya kebutuhan setiap pengemudi selalu berbeda. Bagi pengemudi dinamis, tentu tuntutan pengendalian optimal diperlukan. Tak heran bila sisi kestabilan menjadi prioritas utamanya, meski sektor kenyamanan tetap diperhitungkan sebagai alat transportasi harian.

Kasus terhadap paket suspensi bawaan pabrik pun menjadi alasan lain bagi konsumen untuk melakukan ubahan ini. Seperti suspensi Avanza-Xenia generasi pertama saat dimuati dengan sedikit penumpang. Pun begitu saat awal kehadiran Honda Jazz yang memiliki problem serupa. Atau keluhan konsumen Nissan Latio, sehingga ATPM memberikan pilihan penggantian sokbreker yang lebih lembut bagi yang menginginkan kenyamanan berkendara.

Kapan Perlu Diganti?

Sebelum memutuskan untuk mengganti sokbreker, tentu anda perlu mengetahui kondisinya terlebih dahulu. Bila kinerja sokbreker dirasa mulai melemah atau usia mencapai 3-5 tahun atau lebih dari 60.000 km.

Ciri yang dapat langsung dirasakan, ketika ayunan mobil terasa berlebih saat melewati lobang jalanan atau gundukan. Hal ini menandakan kinerja sokbreker telah mulai melemah. Lainnya adalah rembesan carian oli pada sil di sokbreker, sehingga tekanan pun menurun drastis. Paling parah bila sokbreker mengeluarkan bunyi bletak atau tumbukan antar komponen di dalam sokbreker itu sendiri.

Pasalnya sokbreker memiliki fungsi untuk meredam gerakan berlebih dari per di kendaraan. Bila mobil mengayun berlebih saat menabrak lubang, tentu sangat mempengaruhi pengendalian dan kestabilan mobil, Belum lagi, keausan ban pun menjadi tidak merata lantaran permukaan ban tidak menerima beban secara merata.

About hiumatic

I'm just driver of my galant matic in Jakarta, INDONESIA. I just want to share my experience about the car and how to survive the traffic
This entry was posted in Tips & Tricks and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s