Tips meninggalkan mobil saat mudik

Apakah anda berencana mudik menggunakan transportasi umum? Jika ya, maka hiu anda memerlukan perhatian khusus agar tetap aman hingga anda pulang nanti. Berikut adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan sebelum berpergian menggunakan transportasi umum:

1. Parkir aman
Mobil yang ditinggal pemiliknya merupakan sasaran empuk kejahatan. Untuk itu, hal pertama yang mesti dipikirkan, mencari tempat parkir kendaraan paling aman. Bagi anda yang memiliki garasi tertutup apalagi dengan penjagaan ketat, mungkin ini bukan masalah besar. Namun kalo garasi rumah kita tipe terbuka atau bahkan parkir di jalan, pilihlah titik parkir yang mudah terpantau aparat keamanan. Paling penting, letak parkir anda tak melanggar aturan lalu lintas atau menghalangi akses orang lain. Pasanglah peranti pengaman seperti kunci setir untuk meminimalkan risiko kecurian. Tentu saja mengunci seluruh pintu jadi hal yang wajib diingat. Dan beritahu pada ketua RT atau koordinator keamanan setempat mengenai mobil yang anda tinggal. Bila memungkinkan, tak ada salahnya menitipkan mobil pada tetangga anda yang kebetulan tidak mudik. Tapi jangan lupa membelikan oleh-oleh sepadan untuk tetangga yang ketitipan.

2. Lindungi mobil
Memberi selubung yang layak pada mobil akan membantu menangkis debu menumpuk selama mobil anda tinggal berhari-hari. Selain itu, selubung mobil akan melindungi dari sinar matahari yang bisa mengusamkan cat, juga mempersulit aksi pencurian.

3. Kurangi jumlah BBM
Tak ada gunanya meninggalkan mobil dengan bahan bakar penuh. Malah bila terjadi kebakaran, jumlah bbm penuh akan meningkatkan risiko.

4. Cabut aki
Mencabut aki merupakan cara mudah untuk meminimalkan risiko kehilangan mobil. Cara ini juga membuat listrik aki tersimpan lebih baik, ketimbang terpasang di mobil. Namun sebelum melakukan hal ini, konsultasikan dengan bengkel resmi apakah ada efek negatif bagi mobil anda. Karena komputer beberapa mobil mesti di-reset setelah mencopot aki. Bila tak dimungkinkan mencabut aki, melepas kabel busi atau koil, dapat menjadi alternatif lain.

5. Atur sensitifitas alarm
Kalau aki mobil tak dimungkinkan untuk dicopot dan mobil menggunakan alarm dengan pengatur sensitivitas, anda mesti mangaturnya supaya tak terlalu sensitif terhadap getaran. Bila tidak, tetangga anda bisa terganggu dengan alarm yang selalu menyala karena sangat sensitif. Aki mobil pun bisa cepat lemah.

6. Keluarkan barang berharga
Meletakkan barang berharga di dalam mobil akan memperbesar niat pencuri melakukan aksinya. Jangan berasumsi barang berharga itu sebatas uang atau perhiasan, sejumlah barang lain seperti ponsel, kaca mata hitam bermerek, tas atau laptop juga menggiurkan untuk dicuri.

7. Tambahkan tekanan ban
Meninggalkan mobil terlalu lama bisa mengubah bentuk serat baja ban. Untuk meminimalkan risko, jangan meninggalkan mobil dalam keadaan ban kurang tekanan. Malah tak ada salahnya menambah tekanan hingga 45 psi. Nanti setelah anda kembali, tinggal kurangi lagi tekanan ban sesuai rekomendasi pabrik.

8. Asuransi
Pada akhirnya, sehebat apapun kita mempersiapkan mobil untuk ditinggal, risiko kerusakan atau kehilangan akan tetap ada. Jika ingin mendapatkan ketenangan selama liburan, sebaiknya asuransikan mobil anda.

9. Bawa kunci mobil selama mudik
Lakukan hal ini kalau anda meninggalkan mobil tanpa penjaga. Dengan begitu risiko pencurian bisa ditekan.

Sumber: Autobild

About hiumatic

I'm just driver of my galant matic in Jakarta, INDONESIA. I just want to share my experience about the car and how to survive the traffic
This entry was posted in Tips & Tricks. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s