Parkir Inap – Solusi Mudik

Bermudik dengan pesawat atau kereta api namun tetap ingin membawa kendaraan dari rumah? Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan fasilitas parkir inap untuk menitip si hiu kesayangan anda.

Takut meninggalkan si hiu di rumah? Atau merasa rugi membayar ongkos taksi pulang pergi ke bandara? Mengapa tidak mencoba untuk menitipkan si hiu di bandara. Di Terminal 1A, 1B, 2F dan 3 bandara Soekarno-Hatta, pihak pengelola menempatkan parkir inap di lahan berpagar dan berkanopi. Sehingga dari segi keamanan lebih terjamin dan mobil pun terhindar dari serangan cuaca. Daya tampung yang disediakan mencapai 300 mobil dan bisa diekspansi menjadi 450 mobil jika diperlukan. Bedanya adalah mobil tersebut tidak berada di lahan parkir inap yang memiliki perlindungan kanopi. Dengan status parkir inap, ada pengawasan khusus yang dilakukan oleh petugas parkir. Setiap shift piket petugas melakukan  pemeriksaan dan sehari ada 3 shift. Stasiun Gambir juga memiliki lahan parkir inap. Berada di bawah pondasi rel kereta sehingga otomatis terlindung dari cahaya dan hujan. Tapi kapasitasnya tidak sebesar bandara Soekarno-Hatta yakni hanya 50 mobil saja.

Tarif sewa parkir
Di bandara Soekarno-Hatta, pengelola memberlakukan tarif Rp20 ribu/6 jam pertama. Selanjutnya Rp2 ribu/jam. Sedangkan parkir reguler tarifnya adalah Rp4 ribu/ 2 jam pertama. Kemudian berlanjut dengan biaya Rp 1.000 per jam. Jika dihitung, biaya per hari (24 jam) parkir inap adalah Rp56 ribu dan parkir reguler Rp26 ribu. Jika mobil anda parkir di lahan parkir biasa namun sudah lebih dari 12 jam, maka secara otomatis tarif yang dikenakan adalah parkir inap.

Sementara untuk stasiun Gambir, pihak pengelola memberlakukan tarif yang sama dengan parkir reguler, yaitu Rp 2.000/ jam.

Bisa berhemat
Di luar fungsi kepraktisannya, parkir inap juga menyimpan potensi efisiensi. Yaitu dengan membuat pengeluaran anda untuk parkir inap lebih murah dari pada ongkos taksi pp bandara. Jika diasumsikan anda mudik selama 3 hari, maka biaya parkir inap adalah Rp56 ribu x 3 hari = Rp168 ribu. Artinya jika ongkos taksi berangkat ke bandara lebih dari 100 ribu, maka anda tentunya sudah berhemat. Apalagi mengingat kemacetan lalu lintas Jakarta, saya yakin ongkos taksi anda lebih dari angka tersebut.

Tips parkir inap
1. Jangan meninggalkan barang berharga di mobil. Apalagi meninggalkan kartu parkir.
2. Disarankan menggunakan cover penutup mobil agar si hiu terhindar dari terik matahari dan debu.
3. Gunakan kunci pengaman tambahan misalnya kunci stir atau kunci roda. Yang pasti, meskipun mendapat pemantaun lebih dari petugas, kedua lahan parkir di bandara dan stasiun tidak memiliki perlindungan asuransi. Kerusakan dan kehilangan mobil tidak ditanggung oleh pengelola.
4. Pastikan aki dalam keadaan sehat, karena hiu anda tidak akan dihidupkan dalam waktu lama.
5. Netralkan posisi transmisi jika mendapat area parkir paralel.

Sumber: Autobild

About these ads

About hiumatic

I'm just driver of my galant matic in Jakarta, INDONESIA. I just want to share my experience about the car and how to survive the traffic
This entry was posted in Tips & Tricks and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s